Wagub Papua Pegunungan: Buka Akses Infrastruktur, Putus Keterisolasian Papua Raya

Buminumbay.id, JAYAPURA — Pembangunan infrastruktur dinilai masih menjadi kebutuhan mendasar untuk mendorong kemajuan Papua Raya, terutama di tengah bertambahnya daerah otonom baru (DOB) yang membutuhkan konektivitas dan akses pelayanan publik.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengatakan kondisi geografis dan perkembangan wilayah Papua membuat pembangunan jalan, jembatan, transportasi hingga fasilitas pelayanan dasar harus terus menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau Indonesia yang lain infrastrukturnya sudah banyak yang selesai. Tetapi untuk Papua Raya, apalagi dengan adanya provinsi-provinsi baru, akses infrastruktur masih sangat penting dan mendasar,” kata Ones.

Menurutnya, persoalan infrastruktur di Papua bukan hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya membuka keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan.

Infrastruktur Jadi Jalan Membuka Wilayah

Ones menyebut terdapat dua persoalan utama yang perlu diatasi secara bersamaan, yakni isolasi wilayah dan keterbatasan akses infrastruktur.
Ketika akses antarwilayah terbuka, kata dia, mobilitas masyarakat akan semakin mudah dan berbagai sektor pembangunan memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.

“Dua akses yang lebih penting adalah mengatasi isolasi. Ketika isolasi wilayah dan akses infrastruktur bisa dibuka, maka itu akan menjadi kemajuan,” ujarnya.

Ia menilai infrastruktur memiliki keterkaitan langsung dengan hampir seluruh sektor pembangunan. Jalan dan jembatan yang memadai, misalnya, akan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi kebutuhan pokok dan pelayanan pemerintah.

“Ekonomi tergantung pada infrastruktur, pendidikan tergantung infrastruktur, kesehatan juga tergantung infrastruktur. Kemajuan daerah pada akhirnya juga ditentukan oleh infrastruktur,” katanya.

Dorong Konektivitas Antardaerah

Khusus wilayah Papua Pegunungan dan kawasan Papua Raya lainnya, Ones berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan konektivitas terus diperkuat.

Menurutnya, akses yang lebih baik dibutuhkan untuk menghubungkan pusat-pusat pemerintahan dengan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Konektivitas tersebut juga dinilai penting untuk memperlancar distribusi barang, meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperluas jangkauan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Ones berharap pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional di Papua.
“Infrastruktur lebih dasar. Karena itu pembangunan infrastruktur di Papua masih sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia menilai keberlanjutan pembangunan konektivitas pada akhirnya dapat membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, memperluas peluang investasi dan mendukung pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.