Kesra  

Pelni Jayapura ungkap kronologi awal dari kesalapahaman Keributan di Pelabuhan Jayapura

BUMINUMBAY.ID, JAYAPURA — Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Jayapura sempat terganggu setelah keributan terjadi pada Selasa malam (15/9), menjelang kedatangan KM Gunung Dempo. Situasi tersebut membuat Pelni mengambil langkah pengamanan dengan menahan sementara kapal sebelum akhirnya kembali bersandar dan melanjutkan pelayaran.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, mengatakan keributan bermula sekitar pukul 22.00 WIT setelah sekelompok warga yang tidak dikenal melakukan aksi yang mengganggu aktivitas di kawasan pelabuhan.

“Kami merasa situasi saat itu kurang nyaman sehingga langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan. Demi menjaga keselamatan dan keamanan seluruh penumpang serta petugas, kapal yang sebelumnya telah bersiap untuk sandar kembali diputuskan untuk ditahan sementara,” kata Daulat di Jayapura.

Berawal dari Kesalahpahaman

Daulat menjelaskan, sebelum keributan terjadi, sempat muncul persoalan antara seorang penumpang dengan petugas kapal terkait penerapan aturan pelayaran.

Namun, persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan. Kedua pihak telah berdamai setelah dilakukan komunikasi.
“Sebenarnya permasalahan di atas kapal sudah selesai dan kedua pihak sudah berdamai. Namun informasi yang berkembang di luar ternyata simpang siur sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan tindakan petugas sebelumnya dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang menaati aturan yang berlaku di atas kapal, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan selama pelayaran. Situasi tersebut berdampak pada jadwal perjalanan KM Gunung Dempo.

Kapal yang sebelumnya dijadwalkan sandar pada pukul 24.00 WIT dan berangkat pukul 06.00 WIT, akhirnya kembali disandarkan sekitar pukul 06.30 WIT. Setelah situasi dipastikan aman, kapal kemudian bertolak pada pukul 10.30 WIT. Meski terjadi penyesuaian waktu, aktivitas pelayanan penumpang tetap dapat dilaksanakan.

Pelni mencatat sebanyak 1.083 penumpang turun dari KM Gunung Dempo, sementara sekitar 1.500 penumpang diberangkatkan dengan kondisi aman.

Daulat menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang bergerak cepat mengendalikan situasi di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI Angkatan Laut dan instansi terkait sehingga kondisi di Pelabuhan Jayapura dapat kembali kondusif dan kegiatan pelayaran berjalan normal.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan seluruh instansi terkait yang membantu sehingga situasi dapat segera terkendali dan aktivitas pelayaran kembali berjalan aman,” katanya.

Di tengah insiden tersebut, sejumlah fasilitas pelabuhan juga mengalami kerusakan. Namun, Pelni memastikan kerusakan yang terjadi tidak tergolong berat.

“Yang kami lihat secara langsung adalah pembatas pelabuhan mengalami kerusakan. Ada juga lemparan menggunakan benda keras, namun kerusakan yang terjadi tidak terlalu signifikan,” jelas Daulat.

Pelni Ajak Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pelni telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi apabila muncul persoalan dalam pelayanan pelayaran.

Daulat juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak cepat percaya pada informasi yang belum tentu benar. Mari bersama-sama menaati aturan yang berlaku, baik di darat maupun di atas kapal, agar perjalanan laut dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi semua penumpang,” pungkasnya.