Upaya Pupuk Indonesia bangun kemandirian Petani di wilayah Indonesia termasuk Papua

"Rencana pengembangan mencakup komoditas, cara budidaya berkelanjutan, dan integrasi teknologi pertanian terkini," ujarnya dalam rilis yang di terim pada Sabtu, 27 Juli 2024

BUMINUMBAY.ID, Jayapura,-PT Pupuk Indonesia ( Persero) terus menggenjot upaya dalam membangun kemandirian pertanian yang berkelanjutan. Upaya ini telah dijalankan melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) untuk menyokong pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Indonesia, selama periode Januari hingga Juni 2024, program MAKMUR telah diaplikasikan secara nasional dan berhasil mencatatkan realisasi seluas 295.904 hektare (ha) lahan dengan jumlah petani binaan sebanyak 120.320 petani.

Sedangkan, pada 2023 lalu, program MAKMUR turut berhasil mencatatkan realisasi seluas 358.885 ha lahan dan jumlah petani yang bergabung mencapai 107.642 petani.

Menurutnya program MAKMUR sendiri dijalankan untuk berfokus pada pemberdayaan petani melalui pendampingan intensif, akses permodalan, perlindungan risiko pertanian, dan jaminan pasar.

“Rencana pengembangan mencakup komoditas, cara budidaya berkelanjutan, dan integrasi teknologi pertanian terkini,” ujarnya dalam rilis yang di terim pada Sabtu, 27 Juli 2024

Rahmat menuturkan agar terus bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani dengan lebih baik, berbagai inovasi dan aksi korporasi juga telah dijalankan oleh Pupuk Indonesia.

Diantaranya melalui peresmian pabrik pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan kapasitas produksi sebesar 500 ribu ton per tahun, groundbreaking proyek Pupuk Sriwidjaja (Pusri) 3B untuk meremajakan pabrik pupuk lama dengan teknologi terkini dengan tujuan meningkatkan efisiensi produksi, serta pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak dengan kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1,15 juta ton.

“Terkait pembangunan pabrik pupuk di Fakfak Papua Barat, kita secara teknis sedang mempersiapkan dan melengkapi seluruh perizinan, terutama AMDAL. Kami berharap, nantinya pada kuartal pertama 2025 pembangunannya sudah dapat dimulai.

Ditambahkan dengan adanya pabrik pupuk di Papua merupakan hal penting karena kalau dilihat dari indeks ketahanan pangan, wilayah Papua masih belum baik.

” Kami melihat selama sejarah pabrik pupuk, dimana ada pabrik pupuk, maka ketahanan pangan daerah tersebut secara umum membaik. Nantinya, kalau di Papua Selatan akan dibangun food estate, yaitu kebun tebu jutaan hektar dan sawah jutaan hektar, maka pabrik pupuknya sudah disiapkan dan ada di Papua Barat. Sehingga, nanti secara ekosistem di seluruh wilayah Papua ini bisa terpenuhi. Pertaniannya maju dan pabrik pupuknya juga kita siapkan.” tutup Rahmad.