BUMINUMBAY.ID, Jayapura – Kinerja penerimaan negara di sektor kepabeanan menunjukkan tren positif. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC Jayapura) mencatat penerimaan Bea Masuk hingga triwulan I 2026 mencapai sekitar Rp1,4 miliar, jauh melampaui target tahunan yang hanya sebesar Rp79,228 juta.
Kepala KPPBC Jayapura, Fungki Awaludin, menjelaskan capaian ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan lintas batas Indonesia–Papua Nugini (PNG) serta pemasukan atas impor sementara kapal riset seismik, yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan tahun ini.
“Penerimaan Bea Masuk hingga triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp1,4 miliar dan penerimaan terbesar berasal dari pemasukan atas impor sementara kapal riset seismik sebesar Rp1,391 miliar,” ujarnya di Jayapura.
Fungki menjelaskan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan PNG melalui wilayah kerja Bea Cukai Jayapura terus menunjukkan perkembangan positif.
” Komoditas vanili dan kayu masohi dari PNG turut memberikan kontribusi pada penerimaan Bea Masuk awal tahun ini,” ucapnya
Menurut Fungki, tren tersebut mencerminkan meningkatnya dinamika perdagangan sekaligus efektivitas pengawasan kepabeanan di kawasan perbatasan Papua.
Bea Cukai berkomitmen akan terus memperkuat pengawasan arus barang impor dan ekspor, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan kepabeanan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Papua.
“Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat konektivitas ekonomi kawasan timur Indonesia, terutama melalui jalur perdagangan perbatasan,” pungkasnya
(Imel)






