BUMINUMBAY.ID, Nabire-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Papua) terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua Tengah serta Instansi terkait dalam melakukan berbagai rangkaian kegiatan.Sinergitas itu sebagai upaya untuk pengendalian Inflasi daerah.
Koordinasi dan sinergitas yang terjalin itu di lakukan sebagai tindak lanjut terhadap tingkat inflasi khususnya yang ada di Papua Tengah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman menyampaikan sinergi pengendalian inflasi di Papteng sebelumnya sudah dilakukan pada 18-19 April 2024 di Kabupaten Mimika. Lalu, rapat Koordinasi TPID Papua Tengah pada 7 Juni 2024 di Nabire.
“Upaya sinergi kali ini dilakukan dengan user experience penggunaan QRIS melalui kegiatan Bulog SIAGA (akSI Amankan harGA) pada 10-12 Juli 2024 di Pantai MAF. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung stabilisasi harga dan tercatat 149 transaksi dilakukan menggunakan QRIS, serta berhasil menyalurkan 1,2 ton beras SPHP, 237 liter minyak goreng, 401 kg gula pasir, dan 67 kg tepung terigu kepada masyarakat,” ungkap Faturachman dalam realis yang dikeluarkan KPw BI Papua, Senin (15/7).
Faturacham mengatakan pasca pemekaran DOB Papua, peningkatan populasi serta aktivitas ekonomi di Papua Tengah memicu lonjakan kebutuhan pasokan pangan sehingga mendorong laju inflasi. Dalam rangka menjawab tantangan tersebut KPw BI Papua melakukan diskusi penjajakan Kerjasama Antar Daerah (KAD) bersama distributor komoditas pangan di Nabire.
“Selain itu, diperoleh juga informasi terkait kendala daerah yang dihadapi para distributor, yaitu efisiensi biaya kirim angkutan laut dan pembatasan kuota dan aspek administrasi dalam rangka optimalisasi penggunaan tol laut,” tuturnya
Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengapresiasi langkah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua (KPw Bi Papua) dan Bulog Nabire yang terlibat dalam menurunkan angka inflasi di Provinsi Papua Tengah.
“Kami berterima kasih atas sinergi yang dibangun KPw BI Papua dan Bulog dengan Pemda Papua Tengah, guna menekan angka inflasi,” ungkap Pj Guberjur Ribka Haluk
Dirinya menambahkan kondisi kebutuhan bahan pokok di Papua Tengah, khususnya di Nabire dan Mimika terus meningkat pasca pemekaran. Hal ini mengakibatkan permintaan barang meningkat dan setok terbatas.
“Kami juga telah menyampaikan kepada Bulog Nabire agar menjaga setok beras. Apalagi ini sudah memasuki tahun politik, yang biasanya akan banyak diselenggarakan kegiatan-kegiatan seremonial melibatkan banyak pihak,” pungkasnya






