OJK Papua sebut capaian TPAKD Semester pertama tahun 2024 capai 74,47 persen

BUMINUMBAY.ID, Jayapura,-Capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Papua mengalami peningkatan cukup besar hingga mencapai 74,47 persen di semester pertama tahun 2024.

” Untuk capaian pembentukan TPAKD di tanah Papua sudah 6 Provinsi.Dan d<span;>i Papua selatan itu sudah hampir 100 persen di bentuk,” ujar Mochammad Akbar selaku Analisis bagian pengawasan perilaku usaha jasa keuangan edukasi perlindungan konsumen dan LMS dalam bincang- bincang Media di Jayapura, Selasa (6/8)

Menurutnya dengan adanya pembentukan TPAKD di wilayah se-Tanah Papua, Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat akan terus mendorong DOB Baru sehingga di tahun ini 6 provinsi bisa dapat di bentuk TPAKD.

“Karena ini juga akan berdampak kepada absensi di pusat,” kata Akbar.

Dia mengungkapkan bahwa dari 6 provinsi di tanah Papua sudah ada 4 provinsi baru yang sudah membentuk TPAKD, diantaranya TPAKD Papua Barat Daya di Sorong pada bulan Juli kemarin. Dan tinggal Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

” Di harapkan bulan ini sudah terbentuk untuk level provinsinya,” imbuhnya

Akbar menambahkan mengenai capaian dari TPAKD terdapat program TPAKD di wilayah Papua yakni program kejar, K/PMR,Qris, Laku Pandai dan KUR

” Kita tahu program program ini adalah untuk mempercepat inklusi keuangan sehingga program ini lebih akan mengarah kepada produk keuangan,

“Seperti program kejar yang lebih di fokuskan kepada pelajar di Papua, dengan memiliki jumlah rekening sebesar 535 ribu rekening pelajar yang ada yang telah mencapai sampai semester 1 2024 dengan nominal  595 miliar, untuk se wilayah papua itu juga sudah mencapai 800 ribu jumlah rekening,” Jelasnya

Sementara itu, Kepala bagian pengawasan perilaku pelaku  usaha jasa keuangan, edukasi, perlindungan konsumen dan LMS, Viktorinus Donny Vika Permana mengatakan saat ini kinerja industri jasa keuangan di Papua, khusus menyangkut edukasi terhadap instrumen dan akselerasi  di dalam usaha jasa keuangan dapat bermanfaat untuk menambah perekonimian bagi konsumen

“Misalnya di BI ada namanya TPID, dan di kami OJK ada namannya TPAKD dengan kegunaannya mengakselerasi tentang produk jasa keuangan.

“Jadi sebelumnya hanya memiliki produk keuangan hanya satu, itu bisa bertambah dan bisa mengenal semuanya  karena tingkat inklusi dan literasi ini mengalami ketimpangan yang cukup jauh sehingga
selisihnya dapat di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab memberikan edukasi dan perlindungan konsumen,” Pungkas Donny

Penulis: JejeEditor: Redaksi