Buminumbay.id, JAYAPURA — Peningkatan Jalan Skory-Puay sepanjang 7,7 kilometer telah rampung 100 persen. Namun, pekerjaan tersebut belum sepenuhnya menutup kebutuhan peningkatan ruas jalan karena masih terdapat sekitar 1,4 kilometer yang berada di luar paket pekerjaan dan ditargetkan dilanjutkan tahun ini.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Papua-Papua Pegunungan, Denni Firmansyah, mengatakan pekerjaan yang telah diselesaikan merupakan bagian dari percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk sektor pangan dan energi.
“Paket peningkatan jalan ini merupakan percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung swasembada pangan dan energi,” kata Denni.
Pekerjaan tersebut dibiayai melalui APBN multiyears 2025–2026 dengan nilai sekitar Rp38,3 miliar. Pelaksanaan dimulai pada 27 November 2025 dan selesai pada 24 Juni 2026.
Menurut Denni, pekerjaan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga mencakup revitalisasi 11 unit jembatan serta peningkatan struktur jalan sepanjang 7,7 kilometer.
Struktur jalan yang sebelumnya membutuhkan penanganan kini diperkuat menggunakan fondasi kelas A dan dilapisi aspal setebal lima sentimeter. Lebar jalan yang ditingkatkan berkisar 5 hingga 5,5 meter.
Masih Ada Pekerjaan Rumah 1,4 Kilometer

Denni mengakui masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan untuk menyelesaikan peningkatan ruas Skory-Puay secara keseluruhan.
Sekitar 1,4 kilometer ruas jalan berada di luar paket yang telah selesai. Untuk menuntaskannya, telah disiapkan usulan anggaran sekitar Rp7,9 miliar.
“Masih ada pekerjaan rumah untuk menuntaskan pengerjaannya sekitar 1,4 kilometer di luar paket ini dan akan dituntaskan di tahun ini dengan anggaran Rp7,9 miliar. Sudah ada diusulkan untuk revisi anggarannya, mudah-mudahan juga dapat diselesaikan di akhir tahun ini,” ujarnya.
Dengan tambahan pekerjaan tersebut, pemerintah berharap peningkatan konektivitas di ruas Skory-Puay dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Libatkan Pekerja dan Masyarakat Lokal
Dalam proses pembangunan, sekitar 40 pekerja dilibatkan, di luar masyarakat lokal yang turut mengambil bagian dalam sejumlah pekerjaan.
Keterlibatan masyarakat lokal terutama terlihat pada pekerjaan pembangunan talut dan pemasangan batu.
Bagi Denni, penyelesaian paket utama menjadi bagian dari upaya bertahap memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di daerah sekaligus memastikan konektivitas antarkawasan semakin baik.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua harus terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Indonesia ini luas, dari Aceh hingga Papua. Kita harus fokus mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah-daerah lainnya. Pembangunan, terutama ekonomi, adalah milik semua, bukan hanya masyarakat Jawa, tetapi juga masyarakat Papua,” kata AHY.
AHY juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak berhenti pada jalan. Kebutuhan dasar seperti akses air bersih, perumahan layak, dan fasilitas pendidikan masih menjadi bagian dari pekerjaan pemerintah ke depan.
“Akses air bersih ini sangat mendasar. Saya mencatat semua masukan masyarakat dan akan saya sampaikan ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.



