Buminumbay.id, JAYAPURA — Pembangunan sumber daya manusia menjadi perhatian utama pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan Papua. Salah satu upaya yang kini diperkuat adalah pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menggabungkan pendidikan, asrama, hingga berbagai fasilitas pendukung dalam satu kawasan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau Sekolah Rakyat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tanjung Ria, Kota Jayapura, mengatakan pemerintah ingin memastikan pembangunan infrastruktur pendidikan di Papua berjalan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti serta jajaran pemerintah daerah. Ia juga berdialog dan mendengarkan langsung pengalaman para peserta didik Sekolah Rakyat yang saat ini mengikuti pendidikan di lokasi sementara tersebut.
Putus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
AHY mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program penting pemerintah yang diperuntukkan terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan karena tidak semua keluarga memiliki kemampuan yang sama dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah harus hadir. Karena setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata AHY.
Ia menegaskan, pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Kualitas manusia yang mengelola sumber daya tersebut menjadi faktor yang tidak kalah penting.
“Ketika kita ingin membangun negeri Papua, maka yang pertama dan utama adalah harus dibangun sumber daya manusianya. Sumber daya alam yang kaya tidak terlalu bermakna ketika tidak bisa dikelola dan dimanfaatkan yang sebesar-besarnya untuk masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang ada di Papua,” ujarnya.
Tiga Sekolah Rakyat Disiapkan di Papua
AHY menjelaskan, Sekolah Rakyat di Papua saat ini dikembangkan dalam dua tahap. Tahap awal menggunakan fasilitas sementara seperti yang berlangsung di BLKI Kota Jayapura.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan sekolah permanen dengan konsep terintegrasi, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.
Untuk Papua, terdapat tiga lokasi yang dipersiapkan, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jayapura telah dimulai, sementara pemerintah terus mengawal proses pembangunan di dua lokasi lainnya.
“Untuk Provinsi Papua kita sedang menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi. Artinya jauh lebih luas dan jauh lebih lengkap. Ada SD, SMP dan SMA semua dalam satu kawasan,” jelas AHY.
Ia menyebut total anggaran untuk pembangunan tiga lokasi tersebut mencapai sekitar Rp1 triliun. Pemerintah menargetkan pembangunan berjalan tepat waktu dengan tata kelola anggaran yang akuntabel.
“Tiga lokasi tersebut harus benar-benar berjalan dengan baik, tepat waktu. Anggaran juga tidak boleh terjadi kebocoran, harus akuntabel. Setiap rupiah benar-benar menjadi infrastruktur yang berkualitas, termasuk Sekolah Rakyat ini, sehingga dampaknya segera dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Menampung Sekitar 2.500 Peserta Didik
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya menyediakan ruang kelas. Kawasan sekolah nantinya dilengkapi asrama, ruang makan, fasilitas olahraga, ruang rekreasi, rumah ibadah, gedung serbaguna hingga fasilitas bagi para guru.
AHY menyebut, secara keseluruhan fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mendukung sekitar 2.500 peserta didik dari jenjang SD, SMP dan SMA.
Untuk jenjang SD dan SMP masing-masing disiapkan 18 rombongan belajar, sementara SMA juga 18 rombongan belajar.
Selain fasilitas bagi siswa, kebutuhan guru juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan, termasuk penyediaan rumah susun bagi tenaga pendidik.
“Fasilitas yang ada nanti ada gedung sekolah, asrama, gedung olahraga, rumah ibadah, gedung serbaguna. Memang ini adalah konsep yang ideal,” katanya.
AHY Tersentuh Mendengar Cerita Anak-anak
Dalam kunjungan tersebut, AHY juga mendengarkan testimoni sejumlah peserta didik Sekolah Rakyat.
Ia mengaku terharu mendengar cerita para siswa yang merasa keberadaan Sekolah Rakyat telah membantu meringankan beban keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk meraih cita-cita.
“Semua mengatakan sekolah telah membantu mereka meringankan beban keluarganya dan sekaligus mereka ingin membahagiakan dengan belajar yang serius dan pada akhirnya mencapai segala yang diidamkan,” ujar AHY.
Menurut AHY, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung pendidikan. Program tersebut diarahkan menjadi ruang belajar yang menyediakan lingkungan pendidikan, tempat tinggal dan fasilitas pendukung secara terpadu.
“Semangatnya adalah datang ke sekolah, semua fasilitas tersedia,” pungkasnya.



