BUMINUMBAY.ID,Jayapura – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung program swasembada pangan di papua.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari dalam kesempatan itu mengatakan sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung yang digarap oleh Kepolisian. hingga saat ini Bulog terus berkolaborasi dengan kepolisian untuk menyerap hasil panen petani di berbagai wilayah Papua.
Menurutnya Kerja sama tersebut telah berjalan sejak Januari 2026 dan hasil panen jagung yang masuk ke gudang Bulog terus bertambah.
“Kami sudah berkolaborasi dalam penyerapan hasil panen jagung. Khusus Jayapura, jagung yang sudah masuk kurang lebih 44 ton 700 kilogram. Sementara secara keseluruhan wilayah kerja Bulog Papua yang membawahi enam provinsi dan 10 cabang, total sudah mencapai 93 ton 677 kilogram,” kata Ahmad Mustari di Koya Koso, Sabtu (16/05/2026).
Kata pimpinan Bulog, perum Kanwil juga siap turun langsung ke lapangan untuk menyerap langung hasil panen jagung dari kelompok tani, maupun gabungan kelompok tani binaan kepolisian. Namun sebelum diterima ke gudang, jagung terlebih dahulu diperiksa kualitasnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tim kami akan turun ke lapangan untuk mengecek kualitas jagung sebelum dibawa ke gudang. Kadar air harus 14 persen dan juga diperiksa untuk memastikan tidak ada kandungan aflatoksin atau jamur yang ada di jagung,” tegasnya
Menurutnya, standar kualitas tersebut penting untuk diperhatikan, agar mutu jagung yang diserap Bulog bisa tetap berkualitas, dan hal ini sudah menjadi perhatian dari para petani binaan, yang juga memastikan hasil panen jagung sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 14%. Dengan penetapan harga tersebut, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Papua.
“Diharapkan harga membuat petani jagung tersenyum, karena di lapangan belum tentu harganya sesuai, tapi kita tidak bisa melihat itu karena kami dari Bulog adalah bagian dari tim besar untuk mendukung suksesnya program ketahanan pangan,” pungkasnya






