BUMINUMBAY.ID, Jayapura-PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk subsidi dari Pemerintah kepada 7 Daerah di Provinsi Se-Tanah Papua.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, dalam memastikan ketersediaan pupuk di daerah- daerah di Indonesia, pihaknya juga terlibat langsung pada penyaluran pupuk bersubsidi.
Rahmat mengungkapkan, PT Pupuk Indonesia saat ini telah mengalokasikan pupuk bersubsidi di 7 Kabupaten/Kota di tanah Papua yakni Kota Jayapura , Keerom , Biak, Papua dan Nabire Papua Tengah, Merauke Papua Selatan, Manokwari Papua Barat, serta Sorong Papua Barat Daya.
“ Belum semua wilayah di Tanah Papua mendapatkan alokasi Pupuk Subsidi,” ucap Rammad Pribadi ditemui awak media di Jayapura, Kamis Lalu
Menurutnya Pemerintah telah memutuskan untuk menaikan kuantum pupuk pada anggaran tahun 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
“ Diputusan dalam rapat terbatas sesuai arah Presiden Joko Widodo jumlah kuantum pupuk pada anggaran tahun 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton,” katanya
Ia juga menjelaskan kunjungan ini dibarengi saat mendampingi Presiden Joko Widodo sewaktu ke Kabupaten Merauke,Papua Selatan beberapa waktu lalu.
“Kami mendampingi Presiden ke Merauke untuk kunjungi salah satu sentra produksi padi atau beras di Kampung Telaga Sari Merauke, “ ungkapnya
Dirinya terus memastikan ketersedian Pupuk Indonesia hadir di empat Provinsi di Tanah Papua guna memenuhi ketersediaan pupuk dan kesiapan melayani petani.
Dia menjelaskan PT Pupuk Indonesia memperkuat inovasi digitalnya untuk mendukung transformasi industry dan ekonomi nasional
“ Pupuk Indonesia melakukan transformasi digital yang memanfaatkan industry 4.0 secara optimal dan dinilai dapat mendukung transformasi industri dan ekonomi nasional,”jelasnya
Dia menyebut di Papua Pegunungan tidak ada alokasi pupuk subsidi, pihaknya telah mengusulkan perbaikan dan Pemerintah telah menyetujui boleh melakukan pemutahiran data penerima pupuk bersubsidi selama empat bulan sekali , kalau dulu setahun sekali.
“ dengan digital ini menjadin transparan kita keliling sambil lihat jangan di Papua ini ada sentra-sentra pertanian kalau DKI Jakarta memang tidak ada barang kali ditempat di Papua Kabupaten wilayah pulau Papua yang belum mendapatkan pupuk bersubsi pemerintah membuka peluang untuk pemutahiran data,” pungkasnya
Dirinya menambahkan kehadirian Pupuk Indonesia, tidak boleh ada petani khususnya di Papua yang tertingga dimanapun besar atau kecil.
“ Sepanjang berhak untuk dapat pupuk subsidi maka sudah menjadi kewajiban kami untuk menyediakan pupuknya” Tutupnya






