BUMINUMBAY.ID,Jayapura, -Warga Kampung Enggros kota Jayapura kini dapat bernapas lega setelah upaya panjang untuk menghadirkan air bersih ke wilayah mereka akhirnya membuahkan hasil.
PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) bekerja sama dengan Direktorat Polairud Polda Papua berhasil memasang pipa bawah laut sepanjang 600 meter dari Skayland ke Kampung Enggros, membuka akses baru terhadap kebutuhan dasar yang selama ini sulit dijangkau.
Direktur Teknik PTAMJ, Yan Pieter Nasadit, ST, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan jawaban dari tantangan bertahun-tahun dalam penyediaan air bersih ke kampung-kampung pesisir.

“Pipa ini dipasang melintasi dasar laut dan dikerjakan secara kolaboratif. Tim teknis PTAMJ menangani penyambungan pipa, sementara proses penenggelaman dibantu tim penyelam dari Polairud Polda Papua,” jelas Nasadit.
Kata Yan, sekitar 50 pemberat disiapkan untuk menstabilkan pipa berdiameter 2 inci di dasar laut. Pemasangan memakan waktu sekitar dua minggu dan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca serta pasang surut air laut.
Sebelumnya, warga Kampung Enggros harus membeli air dari Entrop dan mengangkutnya dengan tandon dan jeriken menggunakan perahu.
Meskipun sempat dilakukan pemasangan jaringan pada tahun 2022, kendala teknis dan kerusakan akibat aktivitas nelayan dan lalu lintas perahu menyebabkan layanan air bersih terhenti hingga perbaikan dilakukan tahun ini.
Sementara itu Bripka Jafar Hehanussa, anggota tim penyelam dari Polairud Polda Papua, menjelaskan bahwa meski tidak ada kendala besar, perubahan pasang-surut laut menimbulkan tantangan tersendiri dalam menarik dan menempatkan pipa di dasar laut.
“Kami terlibat karena ada permintaan resmi dari Bapak Kapolda Papua dan Direktur Polairud dan kami ingin memastikan masyarakat Kampung Enggros tak lagi harus mendayung ke Entrop hanya untuk mendapatkan air,” ujar Bripka Jafar.
Kepala Kampung Enggros, Rully M. Meraudje, menyambut baik kolaborasi ini dan menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua dan PTAMJ atas komitmen mereka.
Ia mengakui bahwa upaya sebelumnya oleh pemerintah kampung terdahulu sempat gagal akibat pipa yang terputus. Kini, walau sebagian titik masih mengalami kebocoran dan debit air belum merata ke seluruh rumah, upaya perbaikan tengah dilakukan untuk memaksimalkan distribusi.
“Setidaknya sejak tahun 2022 hingga kini, akses air bersih mulai hadir meski belum sempurna. Dengan pembenahan berkelanjutan, kami optimis seluruh rumah akan segera mendapat akses yang merata,” ujar Rully.
Kerja sama lintas lembaga ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perusahaan daerah dapat menghasilkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.



