Pertamina klaim telah temukan banyak kecurangan di SPBU

BUMINUMBAY.ID, Jayapura,- PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, mengklaim telah memblokir sebanyak 2500 barkot ganda yang ada di Papua.

Edi Mangun selaku, Area Manager Comm, Rell dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengungkapkan pemblokiran ini menyusul banyaknya temuan kecurangan di SPBU.Sehingga pertamina mengambil langkah dengan melakukan pemblokiran.

“Kami sudah menyampaikan bahwa barkot yang di pakai oleh pemerintah untuk mengatur distribusi agar tepat sasaran.Namun kami masih menemukan banyak kecurangan,” ujar Edi

Menurut Edi, pemblokiran lebih dari 2500 barkot di Papua, artinya terdapat lebih dari 2500 penggandaan barkot yang di lakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Olehnya itu kami menemui pihak Kepolisian Daerah Papua untuk membicarakan hal termasuk,  juga menyangkut kepadatan antrian di SPBU agar masalah ini dapat terselesaikan,” katanya

Berkaitan dengan antrian SPBU, Edi Mangun mengaku untuk BBM subsidi yang kuotanya diatur oleh pemerintah bahkan
pengaturan itu sampai ke masing-masing SPBU.Pihaknya menyampaikan pertamina mempunyai tugas untuk menjaga kuota itu agar tidak berkurang,

Menurutnya selama ini pertamina tidak pernah kekurangan stok, sehingga pertamina hari ini berterima kasih kepada Polda Papua bagaimana mengurai benang kusut antrian di kota Jayapura termasuk di daerah lain di Papua.

Edi mengharapkan dengan bertemu langsung dengan pihak Kepolisian Polda Papua agar mendapat dukungan penuh, sehingga dapat mengatasi persoalan saat ini

“Kemarin juga pertamina juga sudah audiens dengan PJ Gubernur beserta jajaran dan semangatnya sama dengan kita, sehingga akan berusaha untuk menertibkan,” tukasnya

Edi menambahkan jika ada pengusaha yang mau berinvestasi ada baiknya dapat memperhatikan lahan parkir terlebih dulu, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di area SPBU.

“Kalau di bandingkan dengan luasan SPBU di luar papua disini kan sangat kecil, mudahan dengan kejadian ini kedepan teman-teman migas mau berinfestasi tanahnya harus luas.
Kedepan juga kita nanti akan bersama-sama dengan polda dan polres hadir di SPBU,” jelasnya

Sementara itu, Inspektur Pengawasan Daerah ( Irwasda) Polda Papua, Kombes Pol Drs Yosi Muhamartha mengatakan pertemuan bersama pihak pertamina adalah membahas antrian di SPBU, guna untuk mencari solusinya.

Atas hal itu, Kombes Yosi mengaku polda telah memberi saran agar supaya tidak terjadi lagi antrian di SPBU, maka yang harus di lakukan yakni  jam operasionalnya agar di buka lebih awal.

“Jadi kalau selama ini bukanya jam setengah 7 kalau bisa jam 6 sudah di buka kemudian pelayanan SPBU di hari minggu mungkin juga di lakukan setengah hari sebelum pelaksanaan ibadah pagi,
sehingga antrian bisa berkurang, ” kata Kombes  Yosi

Dia mengaku polda telah membentuk tim terpadu  yang di dalamnya akan melibatkan dari Samamta, lalu lintas, dirkrimsus untuk melakukan pemantauan apabila ada hal- hal yang terjadi pelanggaran secara hukum.

“Atas informasi dari pertamina ada 18 SPBU di Jayapura, dan SPBU yang melayani solar ada 10 SPBU dan kita akan cek lagi mana yang paling padat,” pungkasnya

Penulis: JejeEditor: Redaksi