Hukum  

Sertijab Kalapas Abepura, Kakanwil Ditjenpas Papua minta semua pihak  perkuat kinerja

BUMINUMBAY.ID, Jayapura– Momentum serah terima jabatan (sertijab) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Abepura menjadi panggung penting untuk mempertegas arah kebijakan pemasyarakatan di Papua.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua, Herman Mulawarman, menegaskan komitmen perang total terhadap peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam lapas.

Dalam sambutannya, Herman menekankan bahwa mutasi dan promosi adalah bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat kinerja sekaligus menjaga keberlanjutan pengabdian aparatur.

“Mutasi dan promosi merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Ini bagian dari proses untuk memperkuat kinerja sekaligus menjaga keberlanjutan pengabdian kepada negara,” ujarnya.

Herman memberikan apresiasi kepada Kalapas lama yang telah mengabdi selama hampir dua tahun. Ia menilai kepemimpinan sebelumnya mampu menjaga stabilitas keamanan dan operasional lapas tetap berjalan baik.

“Dedikasi dan kerja keras selama ini menjadi bagian dari pengabdian dan amal dalam membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Kepada Kalapas yang baru, Herman menekankan pentingnya langkah konkret dalam pembenahan internal, terutama pengawasan dan keamanan.

Ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap narkoba dan handphone ilegal. “Narkoba dan handphone ilegal adalah ancaman serius bagi sistem pemasyarakatan. Ini harus diberantas secara konsisten,” tegasnya.

Herman juga menginstruksikan penggeledahan rutin dengan melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan TNI, guna memperkuat pengawasan serta mencegah potensi pelanggaran.

Menurut Herman, kondisi geografis dan karakteristik sosial Papua menghadirkan tantangan tersendiri. Selain warga binaan lokal, terdapat pula warga negara asing, termasuk dari Papua Nugini, yang membutuhkan penanganan khusus dan koordinasi lintas instansi.

“Sinergi dengan kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, dan imigrasi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan lapas,” jelasnya.

Ia mengharapkan pentingnya peran seluruh jajaran petugas dalam mendukung kepemimpinan baru. Informasi sekecil apa pun, menurutnya, bisa menjadi kunci dalam mencegah gangguan keamanan.

“Dukungan dari seluruh jajaran sangat menentukan. Informasi sekecil apa pun bisa menjadi kunci dalam pencegahan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Herman berharap kepemimpinan baru di Lapas Abepura dapat membawa perubahan positif, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Sementara itu Badruddin, selaku Kalapas lama menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurutnya hal ini merupakan bentuk pembinaan karier, penyegaran organisasi sekaligus upaya agar roda organisasi terus berjalan secara optimal.

Secara pribadi, saya memaknai momen ini sebagai estafet pengabdian, Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Bapak Kepala Kantor Wilayah Direktorat JenderalPemasyarakatan Papua atas kepercayaan, bimbingan, serta arahan
selama saya menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Abepura sejak tanggal 29 Agustus 2024 hingga saat ini,” ujarnya 


” Dan kepada seluruh rekan-rekan petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Abepura, saya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih. Tanpa kerja keras, loyalitas, dan kekompakan saudara-saudara sekalian,
mustahil berbagai capaian dapat kita raih. Seluruh prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama tim, dan saya hanyalah bagian kecil di dalamnya,” pungkasnya 

Sertijab ini sekaligus menjadi penegasan bahwa lembaga pemasyarakatan harus bersih dari praktik menyimpang dan mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal demi kepentingan masyarakat luas.

Penulis: Redaksi Editor: Redaksi