Serap Aspirasi Warga Ambai, Ketua DPRP menyoroti tiga isu vital

"Kami usulkan agar dilakukan secara bertahap, hingga lima tahun ke depan. Tahun 2025 sudah ada alokasi Rp100 miliar untuk Papua,” jelasnya.

BUMINUMBAY.ID, Jayapura – Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai, baru-baru ini melakukan reses tahap II di dapilnya, Distrik Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dalam kunjungan tersebut, Denny Bonai menyerap aspirasi masyarakat yang menyoroti isu vital: belum tersedianya listrik, akses internet terbatas, dan infrastruktur jalan yang masih tertinggal.

Listrik untuk 78 Kampung

Denny Bonai menggarisbawahi fakta mencengangkan bahwa terdapat 78 kampung di Kepulauan Yapen yang belum tersentuh penerangan listrik.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN untuk merealisasikan program Listrik Desa di wilayah 3T.

“Kami usulkan agar dilakukan secara bertahap, hingga lima tahun ke depan. Tahun 2025 sudah ada alokasi Rp100 miliar untuk Papua,” jelasnya.

Metode seperti Green Super Grid dan SuperSUN (Surya Untuk Negeri) akan menjadi solusi inovatif untuk menerangi desa-desa terpencil secara berkelanjutan.

Permintaan Internet untuk Ambai

Dalam pertemuan dengan Kadiskominfo, Denny Bonai meminta pemasangan 10 titik internet baru di Distrik Ambai agar masyarakat dapat menikmati koneksi yang lebih merata dan lancar.

“Beberapa kampung sudah mendapat akses, tapi masih belum memadai. Kami harap program internet bisa segera menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.

Jalan Darat yang Layak

Untuk infrastruktur jalan, pembangunan sepanjang 8 km sudah dimulai oleh pemerintah kabupaten, namun baru 2 km yang dicor.

Denny berharap ada intervensi dari pemerintah provinsi agar akses darat antarkampung semakin lancar, terutama menyambut layanan kapal roro dari Kota Serui.

“Kapal sudah disiapkan. Nantinya masyarakat bisa membawa motor dan mobil langsung ke Ambai, lalu berkeliling ke 13 kampung lewat jalur darat,” imbuhnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret membangun konektivitas di daerah paling timur Indonesia.

Ketua DPR Papua memastikan harapan warga Distrik Ambai bukan sekadar janji politik, tapi rencana nyata menuju Papua yang lebih terang, lebih terhubung, dan lebih maju.

” Saya pastikan apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera di realisasikan,”pungkasnya