BUMINUMBAY.ID,Jayapura– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Jayapura tengah menjadi sorotan publik setelah menu yang disajikan terlihat minimalis hanya terdiri dari nasi, tahu, dan timun.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN di Provinsi Papua, Rama Irjayanto Putra Sukoco Borotian, memberikan klarifikasi terkait kondisi tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis MBG di wilayah Papua.
Menurut Ramah, penyebab utama porsi minimalis ini berasal dari petunjuk teknis terbaru yang menetapkan bahwa Kota Jayapura tidak termasuk dalam wilayah dengan indeks kemahalan khusus.
“Indeks kemahalan untuk Jayapura dinyatakan nihil, sehingga anggaran per porsi ditetapkan Rp 8.000 untuk porsi kecil dan Rp 10.000 untuk porsi besar,” jelasnya.
Ramah menjelaskan bahwa data indeks kemahalan yang digunakan berasal dari Bappenas. Kemungkinan besar, saat survei dilakukan, harga-harga di Jayapura dianggap stabil sehingga tidak dimasukkan dalam kategori daerah dengan biaya hidup tinggi. Akibatnya, alokasi dana MBG menjadi terbatas dan berdampak langsung pada kualitas menu yang disajikan.
“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pusat dan sedang mengupayakan agar data dari Pemda dan dinas terkait bisa dikomparasi dengan data Bappenas. Harapannya, indeks kemahalan bisa disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya di Jayapura, Sabtu 27 September 2025
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas keterbatasan menu MBG yang terjadi. Ia menegaskan bahwa hal ini bukan kesengajaan, melainkan akibat dari sistem penganggaran yang belum sepenuhnya mencerminkan realitas harga di Jayapura.
“Kami pastikan, jika revisi indeks kemahalan disetujui, hal serupa tidak akan terjadi lagi. Kami juga akan meminta mitra dan yayasan untuk mengkaji ulang sistem penyediaan menu agar lebih layak,” tambahnya.
Saat ini, penyaluran MBG di SMP 3 Jayapura masih dihentikan sementara karena kendala teknis administrasi pencairan dana untuk dapur penyedia layanan. Belum ada kepastian kapan program ini akan kembali aktif.






