BUMINUMBAY.ID, Jayapura– Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, bersama jajaran kader partai, melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura pada Rabu (16/4/2025). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Pastor Paroki, panitia pembangunan gereja, dan umat setempat.
Yanni menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan undangan dari Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura.
“Bagi saya, tokoh agama memiliki pengaruh besar untuk Papua, terlebih mayoritas masyarakat di sini beragama Nasrani. Partai Gerindra selalu berkomitmen mendukung tempat ibadah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ujarnya.
*Komitmen Gerindra untuk Tempat Ibadah*
Yanni menegaskan bahwa Partai Gerindra, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden RI, memberikan perhatian besar terhadap keagamaan.
Dalam kunjungannya, Yanni menerima tiga proposal pembangunan gereja, yakni Gereja Katolik Kristus Raja Katedral Jayapura, Gereja Katolik Sang Penebus Sentani, dan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura.
Ia juga memohon doa dari umat Katolik kepada Presiden Prabowo Subianto agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin bangsa.
“Kami berharap apa yang dicita-citakan beliau untuk bangsa dan negara selalu dalam tuntunan dan diberkati,” ungkapnya.
*Kondisi Gereja yang Mendesak untuk Dibangun*
Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi APO Jayapura, Paul Tumayang Tandilintin OFM, mengungkapkan bahwa gereja yang telah berdiri selama 58 tahun ini sudah tidak memadai untuk menampung jumlah umat yang terus bertambah.
“Gedung gereja mengalami kerusakan di bagian atap dan rangka. Kami berkeinginan membangun gedung baru yang lebih besar dan dilengkapi fasilitas pendukung,” jelasnya.
Pastor Paul juga mendoakan agar Partai Gerindra menjadi partai besar dan Presiden Prabowo diberi kesehatan untuk memimpin Indonesia selama dua periode. “Kedatangan Ketua DPD Gerindra Papua bersama jajarannya adalah jawaban atas doa umat yang rindu pembangunan gedung gereja baru,” tambahnya.
*Kebutuhan Anggaran dan Harapan Umat*
Ketua Panitia Pembangunan Gereja, FX Sucipto Sia, menjelaskan bahwa gereja saat ini hanya mampu menampung 300-400 umat, sementara jumlah umat mencapai 1.700 orang.
“Setiap ibadah, umat lebih banyak duduk di luar gedung dengan tenda dan kursi tambahan. Kami membutuhkan anggaran sebesar Rp23,377 miliar, namun dana yang terkumpul baru Rp3,5 miliar,” terangnya.
Ia berharap Partai Gerindra Papua dapat membantu pembangunan gedung gereja agar umat tidak lagi beribadah di luar gedung.
“Kami menargetkan pembangunan selesai dalam dua tahun dengan langkah awal menyiapkan dana tukang sebesar Rp5 miliar,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi simbol sinergi antara Partai Gerindra dan masyarakat dalam mendukung pembangunan tempat ibadah di Tanah Papua, sekaligus memperkuat hubungan antara agama dan politik untuk kemajuan bersama.






