BUMINUMBAY.ID, Jayapura-Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui inovasi teknologi dengan menghadirkan SheHacks Innovate di Jayapura, kamis 22 Mei 2025.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif unlockingshe yang bertujuan membantu pelaku UMKM perempuan Papua naik kelas dengan pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan kapasitas finansial.
Diketahui SheHacks 2025 memberikan pelatihan selama dua hari bagi peserta dengan materi beragam, termasuk branding digital, strategi pemasaran berbasis konten, manajemen keuangan, serta cara menarik mitra usaha dan permodalan melalui Business Model Canvas (BMC).
Anjaya Satriya Adinata, SVP -Head of Regional Maluku dan Papua Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan pentingnya mendorong semangat perempuan Papua untuk percaya diri dan berani berinovasi.
Dikatakan data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sekitar 60% dari total 65 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, banyak di antaranya turut memberdayakan komunitas mereka.
Dengan program ini, Indosat membuka peluang bagi perempuan Papua untuk menemukan solusi digital dalam pengembangan bisnis.
Untuk memperkuat pembelajaran, SheHacks menghadirkan sesi mentorship dengan para pakar seperti Sitti Raisya Fitri E, Co-Founder Kasir Pintar, serta Agustien Raquela Sanngenafa, Founder Manibobi-Preneurs.
Para mentor berbagi wawasan praktis tentang strategi bisnis berbasis teknologi, serta bagaimana perempuan Papua dapat memanfaatkan akses digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha.
Di hari kedua, pelatihan difokuskan pada pengelolaan keuangan UMKM dan teknik komunikasi bisnis. Peserta belajar mengatur anggaran, memahami laporan keuangan, serta memanfaatkan aplikasi seperti Kasir Pintar untuk pengambilan keputusan bisnis.
Sesi “Presentasi Bisnis: Menarik Mitra dan Modal dengan BMC”melatih peserta menyampaikan ide usaha mereka secara sistematis dan persuasif.
Melalui SheHacks Indosat berkomitmen mendorong tumbuhnya technopreneur perempuan termasuk di Papua, dengan membangun ekosistem bisnis berbasis digital dan komunitas yang saling menguatkan.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi perempuan Papua yang mandiri, inovatif, dan menjadi penggerak ekonomi digital di wilayahnya.






