BUMINUMBAY.ID, Jayapura – PDI Perjuangan Provinsi Papua telah menggelar Forum Grup Discussion (FGD) di Biak pada Kamis (12/9/2024) dengan menghadirkan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Benhur Tomi Mano-Yeremias Bisay sebagai narasumber.
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Herry Naap mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pertanggungjawaban PDI Perjuangan pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang kini sudah memasuki babak pertengahan.
Menurut Naap, dari seluruh tahapan yang berjalan sebelum 27 November 2024 menyisakan beberapa tahapan sperti penetapan pasangan calon, kampanye, masa tenang dan masuk pemilihan.
“Pada proses pendaftaran salah satu syarat adalah menyerahkan visi misi calon yang menggambarkan tentang sejumlah program strategis untuk Papua dalam 5-10 tahun kedepan,” katanya.
Visi-misi lanjut Naap, akan menjadi pijakan pembangunan di Provinsi Papua maka berkaitan dengan itu untuk mengukur sejauh mana visi-misi kandidat gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh PDI Perjuangan itu “membumi” dan untuk memperkaya materi maka PDI Perjuangan menggelar FGD yang dihadiri pengurus partai dan stakeholder yang ada di wilayah
Saireri.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukkan dari berbagai stakeholder dan struktur partai yang ada di wilayah Saireri untuk mengukur efektifitas penerapan visi-misi dan program strategis kandidat,” jelasnya.
Selain itu untuk menyelaraskan visi-misi dan program strategis kandidat sesuai dengan realitas kebutuhan yang ada di tengah masyarakat dan juga untuk melaksanakan instruksi ketua umum partai agar visi-misi seluruh bakal calon kepala daerah untuk dapat disandingkan dengan konsep nawa cita partai yang sudah disiapkan oleh DPP.
Herry menambahkan kegiatan ini sudah dikoordinasikan langsung ke Bawaslu Propinsi Papua karena PDI Perjuangan tidak mau dianggap melanggar aturan.
“Dan Bawaslu sudah menjawabnya dengan memberikan kami imbauan-imbauan yang pasti akan kami patuhi,” ungkapnya.
Bakal Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih atas berbagai masukkan yang telah disampaikan dalam FGD ini.
Menurut Benhur, semua masukkan sangat konstruktif dan tentu pihaknya melalui tim akan menyempurnakan bagian-bagian tertentu yang menjadi kebutuhan pembangunan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Berkaitan dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk wilayah Saireri ini bukan hal baru tetapi sudah bergerak dari beberapa tahun yang lalu saya sudah mendapat masukkan dan informasi banyak dari tokoh-tokoh di Saireri tentang konsep mereka untuk membentuk DOB dan ini yang akan kami respon secara baik,” katanya.
Mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu menilai jika pembentukan DOB di wilayah Saireri juga penting bagi Papua yang mempunyai kesatuan budaya begitu besar sehingga dengan adanya DOB maka kendali pemerintah semakin dekat dengan masyarakat.
“Tetapi juga melahirkan percepatan pemerataan pembangunan serta mengangkat harkat dan martabat Orang Asli Papua (OAP),” jelas BTM sapaan akrab Benhur Tomi Mano.
Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh Pemuda Saireri Gifli Renaldo Buinei yang menyatakan bahwa mungkin ini adalah kegiatan yang baru pertama kali ada partai politik yang melakukan FGD terkait visi-misi kandidat.
“Dan kami memberikan apresiasi kepada PDI Perjuangan untuk hal ini. Kami juga memberikan apresiasi kepada bapak Benhur Tomi Mano dan Yeremias Bisai yang didalam kebijakan strategisnya telah mengagendakan adanya DOB untuk kami di wilayah Saireri,” kata dia.






