KKP mulai Survei titik Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Papua

BUMINUMBAY.ID, Jayapura – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai melakukan survei lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Papua.

Program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menegaskan tim kementerian saat ini turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti usulan pemerintah daerah.

“Tim kami dari KKP saat ini berada di Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya untuk melakukan survei lokasi sesuai usulan provinsi,” ujarnya dalam sosialisasi di Kota Jayapura, Kamis (5/3/2026).

Hingga kini, tercatat 179 titik lokasi dari seluruh provinsi di Tanah Papua, ditambah 29 titik usulan baru yang masih diverifikasi. Pembangunan akan diawali dari Kampung Samberbinyeri, Kabupaten Biak Numfor, yang dijadikan role model.

Latif menekankan, program ini bukan hanya membangun kampung nelayan, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi pesisir, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Papua memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Ada tujuh kabupaten dan satu kota pesisir. Harapannya, banyak kampung nelayan bisa dibangun di sini,” katanya.

KKP menargetkan pembangunan dimulai pada Mei 2026, setelah seluruh survei dan verifikasi lokasi rampung. Selain kampung nelayan, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi pelabuhan dan pasar ikan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan.

Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan bahwa Pemprov Papua telah mengusulkan 200 lokasi, dengan 121 di antaranya siap dibangun. Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap Papua sangat besar.

“Kami bersyukur Pak Presiden dan Pak Menteri KKP memberi perhatian. Papua punya potensi kelautan luar biasa, bukan hanya tangkap ikan, tapi juga pengembangan industri perikanan,” ujarnya.

Fakhiri menambahkan, sektor perikanan Papua mulai menunjukkan hasil. Baru-baru ini, Papua berhasil mengekspor 17 ton produk olahan tuna, dan jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat.

“Ke depan, ekspor akan kita lipatgandakan agar bisa menambah pendapatan asli daerah,” katanya optimis.

Program Kampung Nelayan Merah Putih di Papua diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat ekonomi pesisir sekaligus memaksimalkan potensi kelautan Papua sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya laut terbesar di Indonesia.

Penulis: EllEditor: Redaksi