BUMINUMBAY.ID, Jayapura– Rumah Sakit Provita Jayapura menyelenggarakan seminar bertema “Akreditasi Bukan Jaminan Mutu: Peran Strategis Pimpinan Rumah Sakit dalam Implementasi Mutu dan Risiko” pada Kamis (24/4/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Henk Van Mastrigt, lantai 6 RS Provita Jayapura, dengan tujuan meningkatkan kesadaran bahwa mutu layanan dan keselamatan pasien adalah bagian dari budaya organisasi yang harus dijaga konsisten.
*Akreditasi dan Komitmen Mutu Layanan*

Direktur RS Provita Jayapura, drg Fransca Titaheluw MARS , menekankan pentingnya akreditasi sebagai langkah awal untuk mengarahkan rumah sakit mencapai mutu dan keselamatan pasien.
“Seluruh rumah sakit pasti sudah terakreditasi. Namun, yang lebih penting adalah keberlanjutan standar akreditasi dan penerapan secara konsisten,” jelasnya.
Fransca juga menggaris bawahi tema seminar, bahwa akreditasi bukan jaminan mutu jika tidak disertai evaluasi pelayanan.
“Mutu pelayanan harus menjadi komitmen rumah sakit. Contohnya, bagaimana mengatasi antrean panjang dan meningkatkan pelayanan pengobatan,” tambahnya.
Seminar ini melibatkan 13 rumah sakit di Jayapura, termasuk peserta dari Sarmi dan Merauke. Pemateri hadir dari Doctor Of Law Univesity of Pelita Harapan ( Tengeran), Dr dr Andry, MM, MHkes, dan dr Andi Wahyuningsih Attas, Sp, An, Kic, MARS selaku Direktur Utama LAM- KPRS,” ungkapnya
Fransca menekankan pentingnya mentransfer komitmen mutu dari unsur pimpinan hingga ke staf bawahan serta memastikan implementasi evaluasi secara berkelanjutan.
“Seminar ini diharapkan menjadi forum strategis untuk merancang langkah konkret penguatan mutu di institusi layanan kesehatan,” pungkasnya.
RS Provita Jayapura berharap seminar ini dapat membangun kesadaran bahwa peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien bukan hanya tentang memenuhi standar akreditasi, tetapi menjadi budaya yang melekat di setiap lini rumah sakit.
Dengan adanya forum ini, RS Provita berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pelayanan, menjaga keselamatan pasien, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Papua.






